Saat Salim Bermain untuk Malaysia* Oleh Mahfud Ikhwan “Salim lahir dengan bola di kakinya,” demikian kata orang-orang desa tentangnya. Sejak kecil, bakat main sepak bola Salim...
Modal, Mental, Final Oleh Darmanto Simaepa Saya tahu betapa beratnya bagi pemain seperti Andik berebut bola, mundur jauh ke dekat kotak penalti sendiri, dan berk...
Untunglah, Kalah! Oleh Darmanto Simaepa Tim juara adalah tim yang selalu terluka. Anda bisa menemukan polanya dalam sejarah turnamen-turnamen sepakbola. Tim-t...
Sepatu Bot dan Cawat di Lapangan bola (1) Oleh Darmanto Simaepa Sepakbola bisa dimainkan dan dinikmati dengan beragam cara di Siberut. Di lembah-lembah terpencil, olahraga ini dimain...
Towel tentang Wim: Resensi Siaran Langsung Oleh Mahfud Ikhwan Rasa bahagia saya atas gol cepat Wanggai dan gol bagus Tibo ke gawang Singapura pada pertandingan Sea Games tak ingin hil...
Wim dan Kaca Matanya Oleh Darmanto Simaepa Wim mungkin tak sedingin Erikson. Swedia jelas lebih dekat ke kutub utara dan Belanda lebih hangat cuacanya. Erikson t...
Menulis-Sepakbola: Catatan tentang Catatan-catatan yang Gagal Ditulis Oleh Mahfud Ikhwan Sejak berhasil menerbitkan beberapa buku sepakbola (dengan nama samaran) hampir dua tahun lalu, saya merasa punya panggil...
Desentralisasi Sepakbola Oleh Darmanto Simaepa Saya tidak pernah—atau belum pernah—bisa mencintai Persela. Bahkan hanya untuk sekadar mengaguminya. Teman-teman heran...